Back At Work – Sakit Punggung

Libur lebaran sudah usai, hmmm gak kerasa juga 1 minggu lebih liburan. 5 hari libur lebaran di rumah mertua, seminggu libur lebaran di jakarta. Menikmati jalan kota Jakarta yang lenggang tapi menikmati tempat liburan di kota Jakarta yang penuh dan padat. Ternyata kepadatan pindah ke tempat-tempat wisata. Well hal yang biasa sebenarnya setiap tahun terjadi terutama menjelang liburan lebaran. Jalan di Jakarta yang biasanya padat sekarang pindah ke jalan luar kota. Kalau dihitung-hitung penduduk Jakarta maksudnya “the real jakartasia” alias orang betawinya tidak hampir mendekati 50%nya. Lha kemana aja tuh orang betawi??? Saya aja yang orang betawi (padahal sekarang ikutan mudik ke kampung istri di Serang), turut ikut pulang kampung. Gimana tidak jadi sepi kota Jakarta kalau penduduk aslinya juga ikut pulang kampung terutama yang mempunyai suami/istri dari lain daerah? Kalau melihat kota Jakarta yang sudah makin padat wajar saja menurut saya Pak SBY akan memindahkan ibukota Jakarta. Kalau tidak salah pilihannya adalah Jonggol, Karawang, Bogor dan Yogyakarta. Kalau dilihat pilihannya saya lebih milih ibukota pindah ke daerah Karawang. Kenapa? Selain dekat dengan Jakarta, daerahnya juga belum terlalu padat penduduknya. Alasan tidak memilih Jonggol, daerahnya bagus tapi masih terlalu dekat dengan Jakarta yang bisa menyebabkanmacet panjang. Bogor, sebenarnya bagus tapi melihat penduduk Jakarta yang sering berlibur ke luar kota membuat Bogor menjadi macet setiap akhir pekan apalagi lubur panjang. Yogyakarta, ini alternatif saya kedua tapi kayaknya masih terlalu jauh yang menyenangkan dari Yogyakarta banyak tempat bersejarah yang bisa dihubungkan dengan perjuangan rakyat Indonesia semasa perjuangan dulu, selain bisa makin banyak wisatawan yang datang berkunjung.
Lupakan saja pemindahan ibukota tersebut, saya sangat sangat sangat setuju apabila ibukota Indonesia benar-benar dipindahkan dari Jakarta. Bisa membangun kota yang lebih baru dan teratur dari Jakarta sekarang. Dan terutama yang saya harapakan adalah Jakarta terbebas dari macet, sakit punggung akibat terlalu lama di kendaraan, tingkat strees yang tinggi, polusi dan silahkan sebut sendiri pasti lebih banyak kerugiannya daripada keuntungannya.
No Comments
This entry is filed under Intermezzo and tagged with indonesia pindah ibukota, macet, stres di jakarta.
You can also follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Or perhaps you're just looking for the trackback and/or the permalink.
